Senin, 26 Maret 2012

Sarapan

Aku masih mengantuk Gerimis menjelang subuh menggenangi kolamkolam kaca, ikanikan tumpah di kolong lemari es. Mencipta koloni prajurit dengan tank dan aroma kail ayah : sisa perburuan Kopi melesat ke dinding rahim, membangkitkan risau lahir batin Sudah pagi lagi Telur mata sapi dihidangkan ke arah kiblat. Memaksaku taat pada tradisi, yang ditulis pada lembarlembar papirus Dia mengambil satu-satunya yang tersisa Lelaki di depan pintu. Berdiri memikul rindu Lelaki yang merajut batubatu kali :prasasti Menikam riak di muka air ku Buta seluruh ucap. Aku meluap. Pasrah pada geliat ombak Namun kau tenggelam, terbakar di kedalaman Pasirpasir putih mencair, meja penuh benalu. Kau pergi, ketika ayah memberi sabda pada cerutu basah. Mengembun kisah. RSO Dr. Soeharso Surakarta 26.03.12 09.00 Puisi terkait :

Rabu, 27 Oktober 2010

Harga untuk sepotong hati

Aku hidup dari bahagianya,
Aku terbit dari senyumnya
Aku terlelap dai tidurnya...
Dia merangkul perihku
dan menjadikannya warna pelangi...
Membendung air mataku
dengan tirai mentari,
Dia memberiku hati
untuk di beli....

                                         04.07.10
                                           18.40

Tidak dimengerti

Bukan pagi yang ku beli
Malam datang tanpa henti,
Jiwa pergi untuk mengisi
Raga renta menunggu mati.......

                                      04.07.10

Luka yang sempurna

Aku melukiskan
Keindahan dalam diriku
Semakin mewujudkan dirimu
Jauh dari kesempurnaan..
Lalu kau menangis
Seperti hatimu tertusuk pisau tajam
Lihat aku !
Duduk di antara keruntuhan
Tenang...
Menatap kekosongn masa depan
Mengenang kekelaman masa lalu
Seberapa indah luka ini..
Aku selalu ingat
Aku masih melihat jelas rupanya
Sangat sempurna

                                     27.0.10
                                       03.15

Hanya aku

Aku lelah..
Aku muak dengan semua ini
Aku ingin terjun ke jurang terdalam
Aku ingin hanya aku yang tahu
Seluruh tubuhku menggigil
dalam kehangatan...
hingga menciptakan dunia dalam dunia
seperti terlahir kembali
Tapi kemudian tak diijinkan masuk ke dalam dunia
yang kau sebut duniamu...
Tersesat dan kesakitan
Aku teriak,
Aku tertawa,
Hanya aku

                                              30.05.10

Periang Perihku

Perihnya datang
di antara binar-binar harapan
Merasuki pikiranku
dengan keindahan palsu
Kau adalah lelakiku..
Meski raga habis dimakan usia,
Hati terkikis oleh lara
Kau tetap saja,
Periang riakku


                                       09.07.10
                                          06.30