Senin, 26 Maret 2012

Sarapan

Aku masih mengantuk Gerimis menjelang subuh menggenangi kolamkolam kaca, ikanikan tumpah di kolong lemari es. Mencipta koloni prajurit dengan tank dan aroma kail ayah : sisa perburuan Kopi melesat ke dinding rahim, membangkitkan risau lahir batin Sudah pagi lagi Telur mata sapi dihidangkan ke arah kiblat. Memaksaku taat pada tradisi, yang ditulis pada lembarlembar papirus Dia mengambil satu-satunya yang tersisa Lelaki di depan pintu. Berdiri memikul rindu Lelaki yang merajut batubatu kali :prasasti Menikam riak di muka air ku Buta seluruh ucap. Aku meluap. Pasrah pada geliat ombak Namun kau tenggelam, terbakar di kedalaman Pasirpasir putih mencair, meja penuh benalu. Kau pergi, ketika ayah memberi sabda pada cerutu basah. Mengembun kisah. RSO Dr. Soeharso Surakarta 26.03.12 09.00 Puisi terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar